Tentang cinta, keindahan dan kesunyian
Keterangan Bibliografi
| Penerbit | : Narasi |
| Pengarang | : Kahlil gibran |
| Kontributor | : |
| Kota terbit | : Yogyakarta |
| Tahun terbit | : 2007 |
| ISBN | : |
| Subyek | : FIKSI |
| Klasifikasi | : 808.9 GIB t |
| Bahasa | : Indonesia |
| Edisi | : cet 4 |
| Halaman | : 118 |
| Status referensi | : Buku Referensi |
| Status fiksi | : Buku Fiksi |
| Lokasi | : |
Jenis Koleksi Pustaka
bukuteks
Abstraksi
Gibran memandang cinta bukan sekadar emosi romantis, melainkan kekuatan yang memurnikan jiwa. Cinta digambarkan sebagai sesuatu yang membebaskan, di mana pasangan harus saling mencintai tanpa menjadikan cinta itu sebagai ikatan yang mengekang.
Keindahan dipahami sebagai "keabadian yang memandang dirinya sendiri di dalam cermin". Bagi Gibran, keindahan sejati tidak ditemukan pada objek fisik, melainkan pada hati yang terbakar oleh gairah dan jiwa yang terpesona oleh kehidupan.
Kesunyian dalam karya Gibran bukanlah kesepian, melainkan ruang suci di mana seseorang bisa mendengar suara hatinya dan terhubung dengan Tuhan. Melalui kesunyian, manusia dapat menemukan jati diri yang autentik dan memahami kebenaran yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.
Gibran menempatkan penyair sebagai jembatan antara dunia nyata dan dunia spiritual, pemberi minum bagi jiwa yang haus akan kebenaran
Inventaris
| # | Inventaris | Perpustakaan | Dapat dipinjam | Status Ada |
| 1 | 0070/08 | TK Islam Al-Azhar 20 Cibubur | Ya |